Wartawan Diancam Saat Meliput Audensi Konflik Pasar Grosir Setono Berujung Laporan Kepolisian.

oleh -22 Dilihat
oleh
Wartawan Diancam Saat Meliput Audensi Konflik Pasar Grosir Setono Berujung Laporan Kepolisian.
Wartawan Diancam Saat Meliput Audensi Konflik Pasar Grosir Setono Berujung Laporan Kepolisian.

Jurnal 86.com
Kota Pekalongan

Terjadi lagi tindakan intimidasi terhadap profesi wartawan yang tengah menjalankan profesinya sebagai jurnalis dalam mencari, menyimpan, mengolah, menyusun, dan menyampaikan berita kepada publik kembali terjadi.
Kali ini, salah satu wartawan media online bidik nasional.com di Kota Pekalongan.Dikin, mendapat perlakuan tidak mengenakan saat sedang meliput kegiatan audensi pedagang grosir Setono yang di dampingi LBH Adhiyaksa dengan jajaran KPBS(Koperasi Pedagang Batik Setono).

“Waktu itu saya mengambil gambar sekitar pukul 10:00 WIB, dilarang oleh (AY) salah satu pengurus koperasi dan sempat terjadi adu mulut di lokasi karena saya sudah mengatakan bahwa saya seorang wartawan tapi pihak pengurus koperasi tetap melarang agar tidak mengambil gambar. Tidak berselang lama, ada salah satu pengurus yang mengaku konsultan koperasi (H) ikut mengecar saya agar jangan menvidio atau menfoto-foto, dan langsung mengancam dengan nada kasar mumpung ada penyidik dari pihak kepolisian untuk menangkap saya,” kata Dikin kepada media , Rabu (12/6/2024).

Tidak hanya itu, H mengatakan para media yang hadir juga diancam agar tidak ada yang mengambil foto atau memvidio kegiatan tersebut.

“Walaupun saya sudah mengatakan sebagai wartawan. Namun mereka dengan nada arogannya mengancam dan menyuruh saya agar jangan memgambil atau vidio,bahkan mengancam kalau berita tidak sesuai pihaknya akan mengambil langkah hukum,” Lanjut Dikin menirukan ucapan H yang mengaku sebagai konsultan koperasi

Menurut Dikin, apa yang dilakukan ke 2 orang tersebut merupakan suatu tindakan melawan hukum. Lantaran, menghalangi kerja-kerja jurnalis yang sudah jelas-jelas dilindungi sebagai undang-undang nomor 40 tahun 1999.
Ia mengungkapkan, atas ancaman tersebut dan menghalangi pekerjaan wartawan sudah mengambil langkah hukum.

“Saya sudah didampingi kuasa hukum untuk melaporkan hal tersebut ke Polresta Pekalongan,” tandasnya.(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.