Seorang Ayah Yang Tega Membanting Bayinya Berusia 1,5 bulan, Hingga Korban Tewas.

oleh -66 Dilihat
oleh

Seorang Ayah Yang Tega Membanting Bayinya Berusia 1,5 bulan, Hingga Korban Tewas.
Seorang Ayah Yang Tega Membanting Bayinya Berusia 1,5 bulan, Hingga Korban Tewas.

JURNAL86.COM, EMPAT LAWANG SUMSEL,– Kejadian yang sangat disesalkan dimana terungkapnya sosok seorang ayah tega membunuh anak kandungnya karena hal sapele dan tega menganiaya bayinya hingga tewas hanya karena tangisan.

Dari informasi diterima awak media, Pelaku Firdaus yang diketahui berusia 18 tahun tega membanting tubuh bayinya berusia 1,5 bulan hingga korban tewas.
Setelah kejadian itu, Firdaus sempat melarikan diri ke perkebunan kopi.

Namun usahanya sia-sia karena bersama warga, Unit Reskrim Polsek Lintang Kanan menangkap Firdaus. Kamis, (16/5/2024) malam.

Peristiwa penganiayaan berat terhadap bayi tersebut terjadi pada hari Kamis (16/5/2024) siang pada saat Firdaus dan istrinya Septi (17) baru tiba dirumah, usai menjemput bayi malang itu dari rumah neneknya.
“Kejadian pengniayaan sekitar jam 12 siang pelaku kabur dan bersembunyi ke area perkebunan kopi hingga akhirnya Kamis malam berhasil ditangkap,” kata Kapolsek Lintang Kanan, Iptu.S.Silalahi, Jumat (17/5/2024).

Diketahui bayi diberi nama Niko usia 1,5 bulan meregang nyawa usai alami penganiayaan oleh ayah kandungnya sendiri di rumahnya Desa Batu Ampar.

Selanjutnya dilaporkan Firdaus membanting anak kandungnya yang masih berusia 1,5 bulan itu, di mana sang ibu Septi menemukan banyak luka lebam pada tubuh bayinya tersebut.
Firdaus kesal karena anaknya terus menangis saat ia menggendongnya, di mana saat itu ia dan istrinya Septi, baru saja menjemput anaknya yang mereka dititipkan pada neneknya.
“Sesampainya di rumah, korban digendong oleh bapaknya dan diantar ke dalam kamar tidak lama kemudian anak tersebut menangis dan bapaknya kesal,” kata Kapolsek Lintang Kanan.

Melihat hal tersebut, Septi ibu dari bayi 1,5 bulan meminta untuk mengendong anaknya, akan tetapi pelaku menolak hal tersebut.
“Tidak dikasih oleh suaminya lalu ibu dari anak tersebut marah dan langsung ditampar oleh suaminya,” jelasnya.

Usai ditampar oleh sang suami ibu korban pun langsung meminta bantuan kepada masyarakat dan minta diantar ke rumah seseorang untuk meminta pertolongan agar anaknya segera diambil.
“Akan tetapi sesampai di rumahnya anak tersebut sudah lebam semua lalu langsung di larikan ke Puskesmas Muara Pinang tapi ditolak dan langsung dirujuk ke RSUD Tening Tinggi akan tetapi dalam perjalanan bayi tersebut sudah meningal dunia, dan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga ibunya sore menjelang malam hari itu juga” tutupnya. ( Team AWDI/MatS3).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.