PULUHAN UNIT HASIL CURANMOR DI PALEMBANG DIBAWA KE EMPAT LAWANG DAN DIJUAL.

oleh -115 Dilihat
oleh
PULUHAN UNIT HASIL CURANMOR DI PALEMBANG DIBAWA KE EMPAT LAWANG DAN DIJUAL.
PULUHAN UNIT HASIL CURANMOR DI PALEMBANG DIBAWA KE EMPAT LAWANG DAN DIJUAL.

JURNAL86.COM, MUARA ENIM SUMSEL,–Tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) asal Kabupaten Empat Lawang ini, setidaknya sudah menjual puluhan sepeda motor hasil curian ke kampung halamannya. Dicuri dari Palembang, Ogan Ilir, Muara Enim, Lahat, hingga Pagaralam.

Ketiganya, Alpin Fansnya (21), M Dani Aji Padila (21) dan ME (16). ”Sudah dua tahun ini mencuri motor, dapat sekitar 30 motor dari berbagai tempat. Pagaralam, Ogan Ilir, Lahat, Muara Enim,” diakui tersangka Alpin”, saat di Mapolres Muara Enim, Senin (12/02/2024)

PULUHAN UNIT HASIL CURANMOR DI PALEMBANG DIBAWA KE EMPAT LAWANG DAN DIJUAL.

PULUHAN UNIT HASIL CURANMOR DI PALEMBANG DIBAWA KE EMPAT LAWANG DAN DIJUAL.
PULUHAN UNIT HASIL CURANMOR DI PALEMBANG DIBAWA KE EMPAT LAWANG DAN DIJUAL.

Dalam aksinya, dari Empat Lawang mereka lebih dulu ke Kota Palembang menumpang bus antar kota dalam provinsi (AKDP), dengan ongkos Rp70 ribu per orang. ”Bawa (modal) uang Rp1,5 juta, mampir dulu tempat keluarga (di Palembang),” sebutnya.

Dengan modal kunci letter Y yang sudah mereka bawa, malamnya baru berjalan mencari target sepeda motor di teras atau halaman rumah warga. “Aku dengan Dani, yang ambil motor (eksekutor). ME mengawasi situasi,” urai tersangka Alpin.,

Mereka tidak menargetkan motor merek tertentu. Sehingga mereka banyak mendapatkan sepeda motor Beat dan Revo, selain itu pernah pula trail KLX hingga N-Max. “Tidak sampai 2 menit. Kalau yang pakai alarm tidak berani, nanti suaranya berisik malam-malam,” akunya.
Dari berbagai sepeda motor yang pernah mereka curi, tersangka Alpin menilai yang mudah dicuri itu motor Beat dan Revo. “N-Max agak keras, tapi bisa. Kalau ada rantainya, kami potong,” tukasnya.

Setelah mendapatkan motor di Kota Palembang, mereka bergerak pulang ke Kabupaten Empat Lawang. Sepanjang perjalanan pulang, begitu terlihat motor yang parkir di luar rumah mereka eksekusi. ”Kalau masing-masing sudah membawa motor, baru pulang,” sambungnya.
Sehingga itulah yang membuat tempat kejadian perkara (TKP) curanmor mereka, berjejak dari Palembang, Ogan Ilir, Muara Enim, Lahat, hingga Pagaralam. “Jualnya semua di Lintang Empat Lawang, kondisi utuh. Yang beli biasanya sudah tahu asal motor itu (hasil curanmor),” sebutnya. ( Tim AWDI ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.