Pemberhentian Kepala Kesbangpol Langgar Sistim Merit, Pemkab Aceh Tenggara Kacangi hasil mediasi dan Rekomendasi KASN

oleh -200 Dilihat
oleh

Kutacane – jurnal86.com Diberhentikannya Kepala Kesbangpol, Ahmad Yani, SE, melalui SK Bupati No 820.4/119/2022 dengan alasan yang tidak jelas, berbuntut pada keluarnya rekomandasi KASN (Komite Aparatur Sipil Negara) dan menilai Pemkab Aceh Tenggara telah melanggar sistem merit di lingkungan aparatur sipil negara.

Surat rekomandasi KASN yang bernomor B_2308/JP01/06/2022 yang keluar pada tanggal 27 Juni 2022 lalu terang Ahmad Yani, kepada Media, Kamis (27/09/2022), saat ditemui di kediamannya. Lebih lanjut dijelaskannya dalam ada beberapa hal yang diminta KASN guna dipenuhi Pemkab Aceh Tenggara, tapi sayangnya tidak satu point pun dilaksanakan oleh Pemkab Aceh Tenggara.

Seperti diketahui sambung Ahmad Yani, pemberhentian dirinya dari jabatan Kepala Kesbangpol dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, karena tanpa ada evaluasi kinerja dan evakuasi disiplin yang bersifat fatal yang saya lakukan, ujarnya.

Merasa saya diperlakukan semena-mena, tandasnya saya menyampaikan keberatan ke pihak KASN yang diyakini bisa membantu dan memberi rasa keadilan kepada saya, alhamdulillah sejauh ini respon positif pihak KASN dalam menanggapi laporan keberatan saya itu berujung pada mediasi dan keluarnya surat sakti berupa rekomondasi KASN yang menyalahkan Pemkab Aceh Tenggara. tapi yang menjadi permasalahannya sampai saat ini sejak diadakannya mediasi yang ditandatangani oleh pihak KASN, BKN regionl Aceh dan Ke-dua belah pihak tidak dijalankan oleh Pemkab Aceh Tenggara, yang ikhtisar dari mediasi tersebut bahwasanya Pemkab Aceh Tenggara mengakui telah terjadi kesalah prosudur dalam pemberhentian sdr. ahmad Yani dan berjanji untuk merevisi sk tersebut tapi sampai saat ini tidak ditindak lanjuti yang berkelanjutan dengan terbitnya Rekomendasi dari KASN, yang bersifat final dan mengikat juga tidak di patuhi Pemerintah Aceh Tenggara.

Menanggapi permasalahan ini, Sekda Aceh Tenggara, M Ridwan, ketika dikonfirmasi kepada Media Analis News.id, secara terpisah, Kamis (27/09/2022), via pesan WA pribadinya, yang meminta tanggapannya terkait persoalan ini, sayangnya hingga berita dirilis sepertinya enggan dan tidak mau berkomentar guna memberi tanggapannya.

Jl86 Aceh

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.