Orientasi Tim Pendamping Keluarga Percepatan Penurunan Stunting Kecamatan Pakisjaya

oleh -199 Dilihat

Karawang, Jurnal86.Com – Sebanyak 42 orang yang tergabung 16 Tim Pendamping Keluarga (TPK) mengikuti orientasi percepatan penurunan angka stunting di Kecamatan Pakisjaya yang dilaksanakan Aula kantor kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Senin (6/6/2022).

Turut dihadiri, Camat PakisJaya H.panji Santoso S,E.Yuda Wisnu YB DPP-KB Kabupaten Karawang Kapala Puskesmas H. Ali Ajazi SKM, kapala KUA H. Ncep Nana, Matpakar Kasi Trantib Fasilitator Orientasi Intan.

Kegiatan Orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) percepatan penurunan Stunting di Kecamatan PakisJaya dibuka oleh Kepala BP-KB Kecamatan Pakisjaya Samsuri.

Peserta orientasi TPK Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kecamatan pakisjaya berdasarkan panduan peserta Orientasi TPK Percepatan Penurunan Stunting merupakan utusan dari setiap tim sebanyak 3 orang.

Kepala BP-KB Kecamatan Pakisjaya Samsuri mengatakan bahwa, kegiatan ini menindak lanjuti perintah Presiden Republik Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Kapus Pakisjaya H. Ali, Ajazi Bersama H. Ncep Nana berucap, perlu didukung dan dikuatkan dalam hal pendampingan keluarga. Mereka sebagai ujung tombak dalam upaya percepatan penurunan stunting perlu diberdayakan, diberikan support dalam hal finansial, dan sarana prasarana dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

Intan selaku fasilitator Orientasi TPK Percepatan Penurunan Stunting, Saya berharap semua ini berjalan lancar, dan kedepannya dapat bermanfaat bagi keluarga khususnya ibu hamil, Batuta, balita dan calon pengantin. Sehingga angka penurunan stunting dapat terus ditekan, dan tidak ada lagi kasus Stunting di kecamatan Pakisjaya.

Model orientasi yang akan diikuti oleh TPK terdiri atas belajar mandiri dan tatap muka, belajar mandiri melalui modul yang dibagikan di grup WhatsApp, dan tatap muka langsung diskusi,

Secara umum Tim Pendamping Keluarga, TPK bertugas melakukan pendampingan kepada keluarga dengan cara:

Mengidentifikasi faktor risiko Stunting surveilans/pengawasan/pengamatan Pelayanan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) / penyuluhan, pelayanan kesehatan dan rujukan.

Fasilitasi penerimaan program bantuan sosial, dan pelayanan lainnya untuk melakukan pencegahan kepada keluarga dengan resiko melahirkan anak-anak Stunting.

Lanjut Pranita, fasilitator Orientasi, Tim Pendamping Keluarga (TPK) bekerja dibawah koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting(TPPS Desa), merupakan bagian dari mekanisme kelembagaan percepatan penurunan stunting Nasional yang bertugas mengkoordinasikan, mensinergikan dan mengevaluasi penyelenggaraan, percepatan penurunan stunting ditingkat desa jelasnya.

Red/JR86. M Nasir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.