Kades Tanjung Raman Panggil Warga Penerima Bantuan Beras, Untuk Mengembalikan Uang Yang Diduga Pungli Dari Bantuan Beras.

oleh -34 Dilihat
oleh
Kades Tanjung Raman Panggil Warga Penerima Bantuan Beras, Untuk Mengembalikan Uang Yang Diduga Pungli Dari Bantuan Beras.
Kades Tanjung Raman Panggil Warga Penerima Bantuan Beras, Untuk Mengembalikan Uang Yang Diduga Pungli Dari Bantuan Beras.

JURNAL86.COM, EMPAT LAWANG SUMSEL,– Sejumlah 11 orang warga menerima bantuan beras pada Kamis 13 Juni 2024 dipanggil Kepala Desa Tanjung Raman Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang Sumatera Selatan Herman Asri di kediamannya.

Dalam pertemuan tersebut Kepala Desa tidak bisa memanggil MR oknum warga yang diduga melakukan pungli kepada warga miskin tersebut.
Namun entah bagaimana ceritanya Kepala Desa menurut warga berniat mengembalikan uang pungli sebesar Rp 20 ribu ke warga. Hal tersebut lantas ditolak warga karena pungli terjadi bukan hanya kali ini namun sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu.
Dari rekaman video yang diterima awak media beberapa warga menyampaikan bahwa uang pungli menurut pengakuan MR untuk petugas.” Alasan Mar kak Budi lah pindah ke Muara Pinang, ini anuan jemo kantor pos (Alasan Mar kakak Budi sudah pindah ke Kantor Pos Muara Pinang, duit ini untuk orang kantor pos),” sekelumit ucapan warga di video yang beredar.
” Pungli ini sudah lama terjadi awalnya Rp 10 ribu dalam 2 bulan ini masyarakat dipintai Rp 20 ribu per orang, ada 157 penerima, kalau dihitung 1 orang sudah Rp 70 ribu yang dipungli oleh MR,” terang warga yang ikut dipanggil Kades.
Diberitakan setidaknya sudah dua (2) kali dalam 2 bulan ini terjadi pungli saat penerimaan beras bantuan kepada warga yang kurang mampu.
Pungli pertama yang diketahui awak media terjadi di kantor Pos Pendopo Kamis 16 Mei 2024 oleh MR.

Kemudian pungli kembali terjadi pada Rabu 12 Juni 2024 sehari sebelum pembagian beras. Menurut beberapa warga yang menghubungi awak media mereka didatangi warga berinisial MR dan meminta uang Rp 20.000 agar tidak dicoret dari daftar penerima bantuan beras, Kamis 13 Juni 2024.

” Mar yang datang suhang kemahi minta duit Rp 20 ribu kalu nedo ngenjok dicoret jadi penerimo beras datang sekitar jam 4 atau setengah 5 petang, kalu katek harus diusahakan. Beras ngambek pagi o (Mar yang datang minta duit Rp 20 ribu, jika tidak memberi namanya akan dicoret jadi penerima bantuan beras, duit harus ada. Datang jam 4 atau setengah 5 sore kemarin Rabu 12 Juni 2024),” terang As melalui sambungan telepon, Kamis 13 Juni 2024.
Sebelumnya pada bulan Mei 2023 lalu dugaan pungli di kantor pos Pendopo Kabupaten Empat Lawang Sumatera Selatan ramai diperbincangkan warga +62 di media sosial.
Dari video yang diunggah akun media sosial Facebook En***********a berisi pengakuan seorang wanita yang melihat pungli terjadi di kantor pos Pendopo.
Dimana saat pengambilan bantuan beras, penerima diwajibkan membayar sejumlah uang untuk ditukar dengan beras.” Kami tadi ngambek beras di kantor pos, dapat bantuan uji jemo ru, jadi bage yang jemo tua ni asoku ado yang ngojek, ado yang mungkin katek sen a ditangan, yo namonyo zaman maini musim, cuman musim u sebagaian jemo bekawo, sebagaian pulo jemo ado duit, paro jemo nanggung nontot duit, malek i ngambek beras tadi di pos dapat sembako dipungguti biaya minta 20 ribu galo, ancaman o tadi kalu kamu nedo ngenjok duit kamu negek agi dapat uji dio, jadi makmano jangan pulo ngenjok kalu lolok itu, kalu ngenjok jemo tuo nak minta imbalan pulo bagian yang ngurus o, mandak pulo jual a kamu galo be,” ungkapnya panjang lebar.
Tidak hanya akun tersebut, akun dengan nama Si*********** juga mengamini pungli di kantor pos, ia mengatakan sampai ada yang tidak jadi mengambil bantuan karena tidak punya uang.” Ado yang ngelipat orong ngambek beras katek pemayegh o ujo, lom nak ongkos balek pegi belum nak ngenjok jemo pulo, gila meli beras sejagh sekilu be uji nenek itu tadi,” tulisnya sebagai mana di lansir Chansmedia.
Dugaan pungli terjadi saat pengambilan bantuan beras oleh masyarakat Desa Tanjung Raman Kecamatan Pendopo pada Kamis 16 Mei 2024.
Dari informasi yang diterima uang pungli dikumpulkan oleh anak buah M. Pihak PT Pos bernama Bayu yang mengaku bawahan Kepala kantor pos dikonfirmasi awak media membantah adanya pungli di kantor pos,” Tidak pernah kami meminta imbalan apapun kepada masyarakat terkait pengambilan bantuan beras. Video tersebut sudah dihapus, hoax itu,” terang Bayu, Sabtu 18 Mei.
Dikonfirmasi ulang akun En************ terkait statement video hoax yang dikatakan pihak PT Pos, ia mengatakan memiliki bukti percakapan permintaan tolong penghapusan video oleh salah satu pegawai kantor pos.” Saya termasuk yang diminta uang, kenapa dihapus karena ada permintaan dari saudara B*** meminta tolong videonya dihapus, ini bukan hoax memang terjadi bukti permintaan saya ada,” katanya melalui sambungan telepon Sabtu 18 Mei 2024.
Ia berharap kedepan hal ini tidak terjadi lagi,” Kasihan yang lah bongkok-bongkok dipintai duit, semoga tidak terjadi lagi kedepannya,” tutupnya.
Adanya kejadian ini masyarakat berharap tim saber pungli yang diketuai Wakapolres dan Inpekstorat untuk terjun dan mengambil tindakan sesuai hukum yang berlaku.
Sementara itu Kepala Desa Tanjung Raman Herman Asri mengatakan Mar yang diduga melakukan pungli kepada masyarakat penerima bantuan beras bukan perangkat desa nya.” Mar itu bukan perangkat desa disitu biasonyo Dio tu yg sering bageke undangan ke penerima bantuan beras (Mar bukan perangkat desa, ia biasanya yang sering membagikan undangan ke penerima bantuan beras),” ungkap Herman Asri, Kamis 13 Juni 2024. ( Team AWDI ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.