Jurnal86.Com Bandung | Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meresmikan flyover, Jalan Jakarta-Supratman dan jalan Laswi-Pelajar Pejuang Bandung, dua flyover ini diharapkan bisa mengatasi solusi kemacetan di Kota Kembang Bandung yang berjuluk Paris Van Java.
Dalam peresmian flyover ini terlihat sejumlah tamu undangan turut hadir di acara peresmian flyover ini,seperti Wali Kota Bandung Oded M Danial, Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri serta beberapa pihak lainnya.
Peresmian dilakukan di ruas flyover jalan Laswi-Pelajar Pejuang Kota Bandung,saat dilakukan peresmian flyover ditutup sementara, kendaraan dari arah Pelajara Pejuang menuju jalan Laswi dialihkan ke arah Lodaya-Burangrang, sementara kendaraan dari arah Laswi menuju Pelajar Pejuang menggunakan jalur lama.
Usai melakukan peresmian Kang Emil bersama Kang Oded dan juga Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri melihat sebagian ruas flyover Laswi-Pelajar, setelah itu rombongan langsung menuju ke flyover jalan Jakarta-Supratman dan berakhir di Gedung Sate.
Dalam sambutannya Ridwan Kamil menyatakan jembatan ini sudah menjalani uji coba sebelum diresmikannya hari ini, selama masa uji coba dia menyebut hasilnya baik.
Intinya kita hari ini resmk menyerahkan kepada Wali Kota Bandung (Oded M Danial), dua fasilitas yang memang selama ini sudah soft opening di tes dan di evaluasi hasilnya sangat baik, menandakan apa yang diaspirasikan Kota Bandung kita penuhi.
Dia berharap dua fasilitas baru ini bisa memberi manfaat bagi kemajuan Kota Bandung, selain itu warga juga bisa memanfaatkan fasilitas jalan ini dengan baik, ada dua ruas jalan, jalan Jakarta dan Pelajar Pejuang, dua wilayah itu mendapatkan dua titik, mudah-mudahan bermanfaat.
Selain itu Kang Emil juga meminta kepada Dinas Bina Marga Jabar dan Penataan Ruang agar proses pembangunan fasilitas publik semacam ini bisa dikerjakan dalam waktu cepat, sehingga proyek pembangunan bisa lebih banyak, katanya.
“Saya titip ke Pak Koswara jika melakukan pembangunan seperti ini gak boleh dua tahun, harus pakai kecepatan satu tahun satu proyek, perencaan, lelang dan lainnya harus didesain lebih baik sehingga yang pembangunan lebih banyak”. pungkasnya. (Kang Dian)





