
jurnal 86.Com Cianjur – 21 April 2025
Puluhan warga Desa Mekarsari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, melakukan aksi demonstrasi menuntut transparansi pengelolaan Dana Desa (DD), Senin (21/04/2025). Aksi damai yang diikuti sekitar 50 orang ini berujung pada penyegelan Kantor Desa sebagai bentuk kekecewaan terhadap dugaan penyalahgunaan anggaran oleh Kepala Desa Teguh Ferdieta, SH.
Desak Transparansi Dana Desa, Warga Segel Kantor Desa Mekarsari Cianjur
Aksi dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dari SPBU terdekat dengan long march menuju Kantor Desa Mekarsari. Massa menyuarakan tujuh tuntutan utama, termasuk transparansi anggaran pembangunan mushola, pengelolaan dana Karang Taruna, ketahanan pangan, pembelian mobil ambulans, serta evaluasi lokasi pembangunan jalan yang kerap berpindah tanpa kejelasan hasil Musyawarah Desa (Musdes).
Selain itu, masyarakat juga menyoroti tidak dilibatkannya tokoh pemuda dalam proses Musdes serta meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap program-program pembangunan desa yang telah berjalan.
Desak Transparansi Dana Desa, Warga Segel Kantor Desa Mekarsari Cianjur
“Kami mendesak Kepala Desa untuk segera merealisasikan anggaran dengan transparan, tidak hanya sekadar papan informasi,” tegas Jenal Ragil, salah satu orator aksi.
Pebri Yasril selaku Ketua Aksi Damai, didampingi Koordinator Lapangan Abduloh, Entang, dan Gunawan, menyatakan bahwa penyegelan kantor desa merupakan bentuk desakan agar pemerintah desa segera memberi pertanggungjawaban atas pengelolaan anggaran yang dinilai tidak memberikan manfaat kepada masyarakat.
Warga juga meminta keterlibatan instansi terkait seperti DPMPD, Inspektorat, BPK, dan aparat penegak hukum untuk turun tangan dalam mengusut dugaan penyelewengan dana desa.
Desak Transparansi Dana Desa, Warga Segel Kantor Desa Mekarsari Cianjur
Suhendar dari Badan Pengawas Pengelolaan Negara Lembaga Indonesia Maju (LIM) turut hadir dalam aksi tersebut dan menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib. Ia mendesak pemerintah desa segera menanggapi tuntutan warga.
“Kami berharap anggaran dana desa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan tidak hanya menjadi proyek seremonial belaka,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di Kantor Desa Mekarsari, menunggu tanggapan resmi dan pertanggungjawaban dari pihak pemerintah desa.
iwan kejes



