Banjir paling parah terjadi di Desa Dauwan Barat, Kecamatan Cikampek. Di daerah itu air merendam ribuan rumah hingga setinggi dada orang dewasa.
Sampai saat ini sudah delapan desa dan dua kecamatan dilaporkan terjadi banjir. Kami sudah menurunkan petugas ke lokasi banjir. Terakhir kami mengirim tiga unit perahu karet ke Perumahan BMI, Desa Dawuan Barat karena banjir setinggi sekitar 1,5 meter,” kata Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Banjir Daerah (BPBD) Karawang, Yasin Nasrudin.
Menurut Yasin, dalam sepekan terakhir tercatat sebanyak 2.806 rumah terendam di delapan desa dan dua kecamatan. Namun banjir paling parah terjadi pagi ini, Minggu (7/2/21), yang merendam ribuan rumah di Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI) Desa Dauwan Barat, Kecamatan Cikampek.
Sebanyak 5.575 kepala keluarga dengan jumlah 18.398 jiwa yang terdampak. Namun yang mengungsi itu di Kecamatan Rengasdengklok ada di tiga titik sebanyak 1.396 jiwa,” ungkap Yasin.
banjir melanda Desa Rengasdengklok Utara dan Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok.
Kemudian Desa Kutajaya, Kutakarya, Kutagandok, dan Desa Sampalan di Kecamatan Kutawaluya.
Selain itu, ada Desa Karyamakmur, Telukambulu, Telukbango, Batujaya, dan Desa Segaran di Kecamatan Batujaya.
“Banjir juga terjadi di Desa Pancakarya dan Desa Purwajaya, Kecamatan Tempuran. Kemudian Desa Pusakajaya Selatan, Kecamatan Cilebar,” katanya.
(Uding)